Cloud Computing (part 2) – Jenis Layanan

Kemaren udah ngebahas pengertian cloud computing secara umum di Cloud Computing (part 1). Seperti yg telah dibahas sebelumnya, cloud computing dapat diimplementasikan dengan cara menyediakan komponen-komponen berupa server, hardware, dan jaringan yang dibutuhkan pelanggan dengan harga tertentu. Penyediaan ini dilakukan oleh vendor. Pelanggan dapat melakukan instalasi aplikasi yang digunakannya pada infrastruktur tersebut.

#cloudcomputing pengembangan brktnya mah gaya: server dgn kpasitas segede gaban, dah siap pk tnpa repot instol2 OS, benwit super lebar

Pelanggan (pengguna) juga dapat memilih bagaimana mereka menggunakan layanan cloud computing yang ditawarkan vendor sesuai kebutuhan. Nah, pada tulisan kali ini, ami coba bahas lebih panjang dikiit soal bentuk-bentuk layanan yg bisa dipilih dari pemanfaatan cloud computing. Niatanny sih cuma sharing apa yg udah dipahami, plus nyamain pola pikir kalo cloud computing itu bukan cuma sekedar SaS (software as service) tapi juga merupakan konsep yang lebih luas lagi.

#cloudcomputing server2 guede itu dpake buat ngasih 3 jnis layanan scr umum.. (1) SaS, (2) IaS, n (3) PaS..

Layanan-layanan yang bisa dipilih meliputi:

1)  Infrastructure as a service

Layanan ini diberikan dengan cara menyediakan komponen-komponen berupa server, hardware, dan jaringan yang dibutuhkan pelanggan dengan harga tertentu. Pelanggan dapat melakukan instalasi aplikasi yang digunakannya pada infrastruktur tersebut.
Contoh terapan: hosting aplikasi web.
Contoh vendor penyedia jasa: semua penyedia hosting

2)  Platform as a service

Layanan ini diberikan dengan cara menyediakan system software dan software pendukung yang diperlukan untuk membangun aplikasi yang akan dipasang pada server tersebut sesuai kebutuhan organisasi. Organisasi kemudian membangun aplikasi yang dibutuhkan pada platform ini dan menggunakannya. Analogi yang dapat digunakan untuk menggambarkan layanan ini adalah seperti menyewa rumah lengkap dengan isinya sehingga pembeli/penyewa dapat langsung menggunakan rumah tersebut.
Contoh terapan: remote application development
Contoh vendor:  BizNet, Microsoft, LintasArta

3)  Software as a service

Layanan ini diberikan dengan menyediakan software maupun aplikasi yang dapat diakses pelanggan via internet. Penyedia layanan cloud computing berinteraksi dengan pengguna dan pelanggan melalui sebuah front-end panel.
Contoh layanan sederhana: e-mail, online documents
Contoh layanan (agak susah): SAP online
Contoh vendor: Google, Amazon, SAP, dan lain-lain

Untuk SaS ini sebenarnya masih sangat luas pengembangannya.. dengan pemahaman SaS adalah “layanan aplikasi via internet”, maka sampai wordpress untuk blogging, facebook untuk marketing, twitter untuk publikasi itu juga bisa disebut layanan SaS. Kenapaa?? karena semua pengguna menggunakan aplikasi wordpress, facebook, dan twitter tanpa perlu capek2 nginstol, tinggal akses via internet, dan bisa dapet manfaat dari akses ke aplikasi tersebut.. alasan lainnya adalah SaS nggak mlulu soal bayar layanan utama dari aplikasi,, tp ada juga aplikasi tak berbayar kyk WP, FB, dan twitter.. naah, mekanisme bisnisnya aja yang berbeda, bukan jual layanan karena akses terhadap fitur utama yang ditawarkan, tetapi jual layanan berupa pengembangan atau pelengkap dari layanan utama.
Contoh: layanan penambahan kapasitas oleh WP, layanan marketing dan advertisement oleh FB, klo twitter?? kayaknya mirip2 lah sama FB.. hohoho *masih blom dapet info ttg sumber keuntungan dari twitter*

Yap yap.. sekian dulu untuk bahasan layanannya.. semoga membuka wawasan baru dan tulisan ini bisa bermanfaat..😉

Untuk bahasan mengenai manfaat cloud computing bisa dilihat di Cloud Computing (part 3) – Manfaat

3 thoughts on “Cloud Computing (part 2) – Jenis Layanan

  1. ada poin penting lagi dari cloud computing, tentang scalability dan availability.

    scalability: kemampuan sistem buat scale up/down berdasarkan client request. ga semua vendor harus punya server2 gede dan banyak, asal client request bisa terpenuhi. contoh: pake virtual machine. saat high request load, bikin instance VM lebih banyak, saat low, VMnya bisa didelete. nyambung ke pay-as-you-go juga konsepnya.
    belum tentu juga server2 gede bisa kepake semua kalo client requestnya segitu2 aja. vendornya rugi juga kan?

    availability: dengan scalability, vendor bisa janji ngasih jaminan kl layanannya bisa >90% (bahkan ada yg 99,9%) bisa diakses kapan aja, bahkan saat peak load. siapa yg mau saat butuh, tiba2 servernya down. apa kabar coba yg suka deadliner? *curcol dikit* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s