ElectroConvulsive Therapy – ECT

If only there is a permanent way so I can forget about it and all the things that related to it..

Berangkat dari pemikiran inilah aku jadi menulis tentang ini. Karena sekarang bukan sesi curhat (curcol bolehlah) jadi dikit aja pengantarnya.. Pernah nggak sih ngerasa bener2 pengen lupa karena klo inget cuma bikin sedih n drop.. n nda ada gunanya sama sekali klo nginget2.. tapi keinget.. sampe akhirnya nyari solusi jalan pintas karena prinsip “let’s time heals the wound” nya udah nggak bisa dipake..

Nah, hasil dari baca-baca n saran dari temen, ak dapet dua wacana nih tentang terapi buat melupakan sesuatu.. lebih tepatnya buat mengatasi depresi sih.. salah satunya aku tulis disini penjelasannya.. satunya lagi di postingan berikutnya..

ElectroShock Therapy
Nah tentang ini, aku pertama kali denger di serial private practice.. klo di serial itu pemanfaatanya buat ngilangin depresi akut seseorang.. dan ternyata ada efek sampingnyaa, yaitu orang itu jadi lupa terhadap seseorang/sesuatu yang jadi sumber depresinya dia.. pasca terapi dia beneran jadi nda depresi lagi, jadi lebih cerah ceria.. tapi ya itu, efek sampingnya agak2 menyeramkan.. dia bisa lupa terhadap 1 hal itu aja, misalkan orang (ini malah parah, di cerita ini orang yg dia lupa adalah tunangannya).. nah dia bisa inget kejadian2 masa lalu yang seharusnya ada orang yg dilupakan itu,, kejadiannya inget, tapi orang/hal yg bikin dia depresi itu dilupakan..

Klo kata dokternya, satu-satunya jawaban kenapa dia bisa lupa terhadap suatu objek tertentu aja karena sebenarnya objek itulah dasar permasalahan yang membuat dia depresi.. sekalipun itu orang terdekatnya.. makanya secara nggak langsung otaknya kerja gimana caranya supaya biang depresi ini di kick away dari pikiran..

Pas inget 1 episode itu, cm bisa nyeletuk, “duh, aku pengen..”..

Untuk penjelasan ilmiah tentang apa itu Electroshock Therapy adalah sebagai berikut:

Electroshock Therapy atau biasa disebut juga dengan ElectroConvulsive therapy merupakan terapi untuk menciptakan seizure (kejang) di otak menggunakan listrik yang dikenakan pada pasien yang telah dibius.
ECT biasanya diterapkan ke pasien melalui beberapa kali pertemuan (6-12) dalam waktu lebih dari 2 minggu.. Pasien ECT adalah mereka yang memiliki depresi akut dimana sudah tidak bisa diobati dengan obat anti-depressant dan mood swing medication.. Sebelum diberi terapi, pasien akan dibius supaya tidak sadarkan diri dan kemudian diberi obat untuk melemaskan otot.. hal ini diperuntukkan agar tidak ada otot maupun sumsung tulang belakang yang rusak.. pasien juga diberi blok karet di mulutnya untuk menghindari penggigitan lidah ketika diberi terapi.. kemudian dokter akan mengalirkan listrik ke otak pada voltase tertentu yang menyebabkan si pasien akan mengalami kejang (seizure) selama beberapa saat, entah kejang di otak saja maupun yang terlihat di tubuh juga.. setelah itu pasien akan didiamkan sampai tersadar dengan sendirinya..
(Sumber: http://www.electroboy.com)

Cuma solusi yang satu ini memang terkenal kontroversial sih.. soalnya ya efek sampinya itu lho.. walopun kalo dalam konteks kasusku, justru nyari efek sampingnya itu (baca: memory loss).. jadi buat wacana kita-kita aja.. misal suatu saat memang ngalami penyakit atau depresi yang emang susah disembuhin (mudah2an sih tidak) ya udah ada solusi cepatnya😀

If only we can choose what’s to forget and what’s not, everything will be so much easier..

Pertanyaannya, bisa nda ya solusi ini dipake buat ngelupain kalo sebenernya kita pelupa dan ceroboh..😀 kan enak tuuh..

7 thoughts on “ElectroConvulsive Therapy – ECT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s