Tips Mengelola Keuangan Keluarga: CashFlow

Cashflow catatan keuangan saya saya pahami sebagai aliran keluar masuk uang secara umum.. Kita dapat memanfaatkannya untuk memantau kondisi keuangan kita.. Catatan mengenai cashflow sebaiknya dipisahkan dengan catatan transaksional/detail rutin bulanan. Untuk memudahkan pembacaan (terutama orang awam non akuntansi), lebih baik cashflow berisi rekapitulasi saja seperti contoh di bawah ini..

Contoh cashflow sederhana

Silahkan merinci untuk poin dengan banyak transaksi pada halaman/sheet lain. Contoh: poin “Transaksi bulan x” dapat dijabarkan ke dalam halaman “Catatan pengeluaran bulanan”.. 

Untuk memanfaatkan pencatatan mengenai cashflow dalam manajemen keuangan keluarga/pribadi, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut:

  • semua poin yang tertera pada kolom Cash-In dan Cash-Out sudah terdefinisi sejak awal (telah dianggarkan)
  • saldo/balance bukanlah acuan sisa uang yang dapat dipergunakan sesuka hati
  • adanya pemasukan tambahan pada kolom Cash-In tidak dianggap sebagai tambahan uang belanja bulan itu
  • hal yang dicatat pada cashflow adalah dana likuid/cair/lancar yang siap pakai, baik tunai maupun transfer

Jika ingin pencatatan yang lebih advance dalam melihat kondisi keuangan keluarga/pribadi, sepengalaman saya, lebih baik menggunakan Neraca (balance sheet).. pencatatan pada neraca bermanfaat agar:

  • terlihat seluruh kondisi harta dan kewajiban kita, baik berupa dana lancar maupun dana tidak lancar (deposito, emas, reksadana)..
  • terlihat seluruh bentuk kewajiban yang harus dibayarkan
  • terlihat kesesuaian anggaran dengan realisasinya
  • pemasukan dan pengeluaran tiba-tiba dapat ditangani sehingga tidak keluar dari jalur dan perencanaan keuangan yang telah dibuat

    Contoh neraca (balance sheet)

Demikian dulu penjelasan dari saya mengenai cashflow..
Untuk artikel lengkap mengenai neraca (balance) dapat dilihat pada tulisan Family Financial #2 – Mengelola Keuangan Keluarga

Semoga bermanfaat🙂

6 thoughts on “Tips Mengelola Keuangan Keluarga: CashFlow

  1. BAGUS sekali teh ide perhitungannya.. simple, mudah dipraktekkan.
    tp saya msh belum jelas seumpama ada pemasukan di tengah bulan harus kita masukkan ke pos yang mana di pemasukan? dan kita masukkan dipos sebelah mana pada pengeluaran? biar balance.

    • tergantung pemasukannya.. klo memang sudah tau mo dibelikan sesuatu, di pengeluaran ditambahkan: untuk pembelian xxx Rp. 00000000 .. atau misal mau ditabung saja, di pengeluaran ditambahkan: tabungan tdk boleh dipakai Rp. 00000000
      jd intinya pengeluaran itu adalah pos2 tujuan penggunaan uang.. tidak slalu uang lancar.. bs pula uang tdk lancar (inves, depo, tab jangka panjang, tab utk cicilan pembelian suatu barang)

      makasih.. smoga berguna🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s