GIS: ArcGIS Server dengan Dojo

Saat ini kita sudah banyak mengenal beberapa aplikasi yang menggunakan peta seperti Google Map, wikimapia, dan lain-lain. Aplikasi yang menggunakan peta untuk visualisasi informasi yang ada dalam sistem biasa kita sebut dengan Geographic Information System (GIS). GIS ini dapat dibangun dibangun spesifik sesuai kebutuhan pengguna yang merupakan suatu instansi tertentu atau perorangan. dalam tiga pilihan solusi yaitu: stand-alone, berbasis desktop, dan berbasis web.

  1. Pada GIS stand-alone, untuk melihat visualisasi peta dan informasinya, pengguna harus menggunakan client tools untuk menampilkan peta seperti ArcView, MapInfo, dan teman-temannya.
  2. Pada GIS berbasis desktop, pengguna dapat melihat visualisasi peta dan infonya pada aplikasi yang diinstal di desktop. Peta beserta aplikasi dan database harus tersimpan dalam PC agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna.
  3. Pada GIS berbasis web, pengguna dapat melihat visualisasi peta dan infonya menggunakan browser. Pada basis web, pengguna hanya mengakses info dan peta yang diperlukan saja. Keseluruhan aplikasi, database dan peta disimpan di server.

ArcGIS Server adalah salah satu platform untuk pembangunan aplikasi GIS berbasis web. Beberapa contoh platform lain sebagai pembanding adalah ArcIMS (teknologi sebelum ArcGIS Server) dan Mapserver. ArcGIS Server merupakan solusi platform berbayar (lisensi) untuk pembangunan aplikasi GIS berbasis web yang dikeluarkan oleh ESRI. ArcGIS Server dilengkapi dokumentasi library dan contoh yang cukup lengkap, sehingga walaupun merupakan teknologi baru dibidang GIS berbasis web, kita dapat melakukan eksplorasi terhadap platform ini dengan cukup mudah.

ArcGIS Server dilengkapi dengan beberapa pilihan API tergantung kebutuhan (lebih tergantung lagi terhadap skill developernya bisanya apa – kayak saya :D) seperti Javascript API, Flex, dan MS Silverlight. Pada tulisan ini yang saya bahas adalah khusus Javascript API. Javascript API ini berisi fungsi-fungsi terkait manipulasi visualisasi peta di aplikasi. JS API ini termasuk lengkap sehingga untuk membuat aplikasi GIS berbasis web standar (zoom, pan, marker), developer tidak perlu membuat script kode rumit melainkan cukup menggunakan apa yang sudah ada pada API ini. Kelas-kelas objek yang ada pada JS API di ArcGIS Server meliputi:

  • Map : kelas peta dan fungsi pengaturan peta dasar
  • Graphic : kelas dan fungsi untuk menggambarkan suatu objek di atas peta. Grapic dapat berupa objek symbol, geometry, atau InfoTemplate.
  • InfoTemplate : kelas dan fungsi untuk pengaturan penampilan/template info pada peta.
  • SpatialReference : refensi spasial yang mengacu ke suatu standar tertentu (wkid)
  • Units : kelas satuan
  • dijits : kelas bentukan untuk menampilkan jendela info pada peta
  • geometry : kelas geometry dan fungsi untuk manipulasinya yang meliputi point, line, polyline, dan polygon
  • layers : kelas dan fungsi manipulasi layer pada peta
  • renderer : kelas dan fungsi untuk render (mengirimkan) graphic (objek tertentu) pada peta
  • symbol : kelas dan fungsi untuk menggambarkan geometry pada peta
  • tasks : kelas dan fungsi tasks yang dapat dikenakan pada peta, contoh: query, routing, dsb
  • toolbars : kelas dan fungsi untuk menampilkan toolbar navigasi pada peta
  • virtualearth : (nah yg ini kurang tau apaan.. hehehe.. maaf..)

Dokumentasi lengkap untuk kelas-kelas di atas dapat dilihat disini.

Nah, library kelas di atas dan segala fungsinya dibangun menggunakan Dojo sebagai framework javasript-nya.
Nah, apa itu Dojo? ya itu tadi, framework javascript. Berbeda sedikit dengan scriptaculous atau jquery, dojo menyediakan dasar bagi developer untuk membangun sendiri fungsi javascript-nya atau menggunakan fungsi-fungsi yang memang sudah didefinisikan oleh Dojo. Instalasi Dojo mudah untuk dilakukan, kita hanya perlu download 1 bundel dojo versi berapaa gitu sesuai kebutuhan, dan di dalamnya sudah lengkap framework serta fungsi buatan yang bisa langsung digunakan oleh para developer. Paketan bundel Dojo terdiri dari 3:

  1. Dojo: berisi kelas dan fungsi dasar dojo untuk membangun fungsi baru sesuai kebutuhan pengguna berbasis javascript. Jadi pada saat menulis script, pengguna menggunakan cara penulisan seperti yang sudah didefinisikan oleh dojo. Contoh: fungsi getElementById() pada dojo menjadi dojo.ById()
  2. Dijit: berisi kelas dan fungsi bentukan yang dapat langsung digunakan, seperti kelas form, kelas layout, kelas dialog dll
  3. Dojox: berisi kelas dan fungsi bentukan pada level yang lebih rumit, seperti: kelas grafik, tampilan menu fish eye (like mac), dan sebagainya.

Jadi dengan Dojo yang sudah ‘1 bundel untuk semua’, diharapkan developer tidak perlu lagi menyisipkan banyak potongan kode dari JS API lainnya karena dalam dojo semua fungsi dasar javascript dan interaktivitas yang standar digunakan sudah disediakan.

Penjelasan masing-masing mengenai apa itu ArcGIS Server dan Dojo telah dijabarkan di atas. Kesimpulannya, bila para developer GIS butuh alternatif mengenai pilihan lingkungan pengembangan SIG berbasis web, jawabannya adalah ArcGIS Server dengan JS API menggunakan Dojo. ArcGIS Server pada saat ini masih terbilang teknologi baru, sehingga artikel terkait dengan implementasi, kekurangan, kelebihan, dan pengalaman developer dalam pembangunannya masih sedikit. Hal yang mempermudah adalah JS API itu sendiri, developer hanya perlu mempelajari lebih dalam mengenai JS API bawaan ArcGIS dan Dojo.

Semoga Berguna.. Selamat Mencoba ;)

p.s: untuk para yang lebih ahli, klo ada kesalahan dalam menjelaskan, mohon komentarnya.. :D terima kasih..

About these ads

2 thoughts on “GIS: ArcGIS Server dengan Dojo

  1. cara bukanya gimana ya… bingung euy… saya kan pernah donlot peta dari web bakosurtanal, berupa database… lha terus, dengan memanfaatkan database tersebut, gimana caranya supaya bisa liat tampilan grafisnya.

    NB : saya baru berhasil nginstal ArcGIS hari ini dan tidak mengerti cara menggunakannya.

    mohon bimbingannya

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s